
Hampir semua orang di dunia pastinya pernah memakai emoticon atau emoji sekali seumur hidup. Ya, emoticon atau emoji biasa dipakai saat bertukar pesan sebagai bentuk ekspresi yang ingin ditunjukkan. Tanpa emoji atau emoticon percakapan satu sama lain dalam layar ponsel seperti ada yang kurang. Meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk mengekspresikan komunikasi, namun ternyata keduanya memiliki perbedaan loh. Yaitu mulai dari definisi bahkan sejarah pembentukan emoji dan emoticon juga berbeda.
Perbedaan Emoticon dan Emoji
1. Pengertian Emoticon dan Emoji
Emoji adalah piktograf yang berasal dari bahasa Jepang. Yang mana 絵, e berarti gambar dan 文字, moji yang berarti karakter. Emoji ini bukan hanya mewakili ekspresi namun juga apapun, seperti objek umum, tempat, cuaca ataupun hewan. Terdapat juga emoji yang memasukan unsur huruf dan angka. Sementara emoticon adalah portmanteau dari frasa ikon emosi. Jadi, emoticon berarti tanda baca, huruf dan angka yang digunakan untuk membuat ikon bergambar sehingga bisa menunjukkan emosi atau ekspresi. Contohnya untuk senyum adalah 🙂 atau terkejut bisa menggunakan :o.
2. Sejarah Ditemukan Emoticon dan Emoji
Emoticon mulai hadir pada tahun 1982 di Universitas Carnegie Mellon. Ketika itu ada sebuah lelucon tumpahan merkuri palsu yang diposting di papan pesan. Hal tersebut membuat kepanikan di kampus sehingga emoticon lahir. Ketika itu terjadi Dr. Scott E. Fahlman menyarankan bahwa lelucon di papan pesan ditandai dengan karakter wajah tersenyum :-). Sementara postingan serius dan bukan lelucon ditandai oleh wajah cemberut :-(.
Sejak saat itu, emoticon jadi populer di pengguna internet. Sementara emoji ditemukan pada tahun 1999 oleh Shigetaka Kurita, konglomerat Jepang SoftBank. Tetapi, Ia benar-benar merilis satu set emoji pertamanya pada tahun 1997. Shigetaka terinspirasi dari seni manga serta karakter kanji dan akhirnya membuat emoji dengan hanya 12 piksel kali 12 piksel.
Dalam perkembangannya di tahun 2010, selanjutnya emoji ditambahkan ke standar Unicode sehingga Apple dan Google bisa membawa emoji ke perangkatnya. Hal tersebut menjadi cikal bakal emoji ada di percakapan online, teks instagram hingga email kantor.
3. Emoticon Gunakan Alfanumerik di Keyboard sementara Emoji adalah Piktograf
Dari pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa emoticon menggunakan teks atau karakter alfanumerik untuk menunjukkan ekspresi. Di mana emoticon menggunakan tanda baca yang tersedia di keyboard.
Sementara emoji merupakan gambar kecil yang disebut dengan piktograf untuk mewakili sesuatu, baik benda, ekspresi dan lain sebagainya. Perkembangan karakter emoji semakin lama semakin berkembang dengan adanya teknologi masa kini.
4. Tujuan Emoticon dan Emoji
Emoji diciptakannya dengan tujuan utama untuk mempermudah dan mempercepat ekspresi ide. Dengan emoji kita tak perlu lagi menggunakan kata-kata dengan banyak karakter sehingga mengirimkan pesan kepada orang lain jadi lebih ringkas tanpa banyak kalimat yang digunakan. Sementara untuk emoticon, tujuan awalnya adalah sebagai penanda lelucon dan hal yang serius. Namun semakin berkembangnya waktu, emoticon digunakan untuk mempresentasikan wajah manusia yang ingin diungkapkan tanpa menggunakan kata-kata.
5. Cara Melihat Emoticon dan Emoji
Dikarenakan berbeda karakter yang digunakan, cara melihat emoticon dan emoji juga berbeda. Dalam pemakaian emoticon terdapat keterbatasan keyboard yang digunakan sehingga sebaiknya dibacanya dengan diputar 90 derajat. Sementara emoji tak perlu diputar untuk melihat bentuknya. Di samping itu budaya timur dan barat ternyata juga berpengaruh untuk membaca emoticon.
Emoticon barat harus dibaca menyamping dari kiri ke kanan. Sementara emoticon timur beberapa tak perlu diputar, bahkan terkadang ada yang menggunakan karakter non-latin. Untungnya emoticon dan emoji diciptakan untuk percakapan lewat layar pesan. Sehingga dengan adanya kedua bentuk ekspresi tersebut, berkirim pesan jadi tak membosankan lagi. Di samping itu, juga lebih hemat karakter.